Kita memerlukan cahaya untuk dapat melihat. Benda-benda yang ada di sekitar kita dapat kita lihat apabila ada cahaya yang mengenai benda tersebut, dan cahaya yang mengenai benda tersebut dipantulkan oleh benda ke mata. Walaupun benda terkena cahaya, jika pantulannya terhalang dari mata kita, kita tidak dapat melihat benda tersebut, misalnya suatu benda yang berada di balik tirai atau tembok.
Sebuah benda
dapat dilihat karena adanya cahaya, yang memancar atau dipantulkan dari
benda tersebut, yang sampai ke mata. Berdasarkan sumbernya cahaya
dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
- Cahaya yang berasal dari benda itu sendiri, seperti matahari, senter, lilin, dan lampu;
- Cahaya yang memancar dari benda akibat memantulnya cahaya pada permukaan benda tersebut dari sumber cahaya. Misalnya, jika kamu melihat benda berwarna biru, artinya benda tersebut memantulkan cahaya berwarna biru.
Cahaya mempunyai sifat- sifat tertentu yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Cahaya memiliki sifat:
- Merambat Lurus

2. Menembus Benda Bening
Pernahkah kamu melihat suasana dari luar kaca jendelamu? Itu merupakan bukti bahwa cahaya menembus benda bening. Selain itu kamu juga dapat melihat benda dari balik kacamatamu yang bening.
Benda dibagi menjadi 3 golongan:
- benda gelap (opaque), yaitu benda- benda yang tidak tembus cahaya atau tidak dapat meneruskan cahaya yang mengenainya. Benda gelap memantulkan cahaya yang mengenainya. Contohnya: buku, meja, kursi, kayu, manusia, besi,dll.
- benda keruh/ buram (transluent),yaitu benda- benda yang dapat meneruskan cahaya tetapi tidak sempurna atau hanya sebagian saja. Contoh: kertas tipis, air sabun, kaca baur, udara berkabut, kain tipis,dll.
- benda bening, yaitu benda -benda yang dapat tembus cahaya atau dapat meneruskan cahaya yang mengenainya. Contohnya: gelas kaca, plastik bening, botol bening, kaca jendela yang bening, dll.
Jika cahaya mengenai suatu benda maka sebagian cahaya tersebut akan dipantulkan dan sebagian lagi akan diserap oleh benda tersebut. Cahaya yang dipantulkan disebut cahaya pantul. Kita bisa mengetahui suatu benda apabila benda tersebut memantulkan cahaya yang mengenainya.
berdasar arah sinar pantulnya, pemantulan dibagi menjadi 2 yaitu:
- pemantulan teratur, yaitu pemantulan yang menghasilkan sinar pantul yang sejajar menuju ke satu arah dan terjadi pada benda dengan permukaan licin atau rata.
- pemantulan baur/ difus, yaitu pemantulan yang menghasilkan sinar pantul yang arahnya tidak beraturan dan menuju kesegala arah, terjadi jika cahaya mengenai permukaan benda yang tidak rata atau tidak licin.
- Cermin cembung (positif)
- Cermin cekung (negatif)
- Cermin datar
4. Dapat dibiaskan

![]() |
5. Dapat Diuraikan

Alat- alat optik yang memanfaatkan sifat- sifat cahaya:
- kaca pembesar/ lup, adalah mikroskop paling sederhana yang terdiri atas lensa cembung.
- Mikroskop, adalah alat optik yang berguna untuk mengamati benda- benda renik, misal bakteri. Mikroskop terdiri dari dua lensa cembung, yaitu lensa objektif yang terletak dekat benda yang diamati dan lensa okuler yang terletak dekat dengan mata.
- Teropong, yaitu alat optik yang digunakan untuk mengamati benda- benda yang letaknya jauh.
- Periskop, yaitu sejenis teropong yang biasa dipasang di kapal selam untuk mengamati keadaan di permukaan laut
- OHP (Overhead Projector), yaitu alat yang digunakan untuk memproyeksikan gambar atau tulisan ke layar.
- Kacamata, adalah alat bantu penglihatan. Ada beberapa jenis kacamata yaitu,
- kacamata berlensa cekung (negatif), untuk membantu penderita rabun jauh (miopi), yaitu suatu keadaan dimana mata tidak bisa melihat benda- benda jauh.
- kacamata berlensa cembung (positif), untuk membantu penderita rabun dekat (hipermetropi), yaitu keadaan dimana mata tidak bisa melihat benda- benda dekat.
- kacamata berlensa rangkap (cembung dan cekung), untuk membantu penderita mata presbiopi atau mata tua.
- kacamata berlensa silinder, untuk membantu penderita astigmatisma, yaitu keadaan mata tidak bisa membedakan garis tegak dan garis lurus.
- lensa cembung, untuk membiaskan cahaya masuk
- diafragma, untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk 9seperti pupil pada mata)
- Apertur, untuk mengatur besar kecilnya diafragma
- pelat film, sebagai tempat bayangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar